Sponsors Link

Cara Mendeteksi Demam di Rumah

Sponsors Link

Suhu tubuh yang berfluktuasi sepanjang hari adalah hal normal. Namun secara umum, jika anda orang dewasa dan suhu tubuh di atas 38.0 derajat celcius, maka menandakan jika anda sedang mengalami demam. Demam merupakan tanda jika tubuh sedang melawan penyakit. Meski mungkin demam bisa terjadi karena sebab yang tidak jelas, namun biasanya demam disebabkan karena infeksi bakteri atau virus. Berikut akan kami berikan ulasan tentang cara mendeteksi demam selengkapnya untuk anda.

ads

Gejala Demam Paling Umum

Sebelum anda mengukur suhu tubuh dengan termometer, cara mendeteksi demam berkepanjangan pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan melihat beberapa gejala yang biasa terjadi, seperti:

  • Otot terasa sakit.
  • Sakit kepala.
  • Dahi terasa hangat.
  • Menggigil.
  • Merasa lemah secara umum.
  • Mata terasa sakit.
  • Dehidrasi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Selera makan menurun.

Sedangkan gejala dan tanda bayi yang mengalami jenis demam adalah:

  • Pucat.
  • Kulit yang terlihat memerah.
  • Cepat marah lebih dari biasanya.
  • Terlihat lesu.
  • Kesulitan ketika menelan.
  • Tidak mau makan, minum atau menyusui.

Dalam kasus yang parah, gejala demam juga bisa menyebabkan beberapa tanda dan gejala seperti:

  • Rasa kantuk yang terlalu berlebihan.
  • Kebingungan.
  • Kejang.
  • Diare.
  • Muntah
  • Sakit parah di bagian tubuh yang lain.
  • Keputihan yang tidak biasa.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Cara Mengukur Suhu Tubuh

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengukur suhu tubuh dan masing masing memiliki pro serta kontra.

1. Mulut

Termometer oral dipakai untuk mengukur suhu dalam mulut. Termometer ini biasanya memiliki pembacaan digital, berbunyi bip ketika selesai membaca suhu dan bahkan juga mungkin akan mengingatkan anda jika suhu cukup tinggi untuk dianggap sebagai demam biasa.

Mengukur suhu tubuh lewat mulut menjadi pilihan yang lebih baik pada orang dewasa dibandingkan dengan anak anak atau bayi. Ini karena untuk mendapatkan pembacaan yang akurat, anda harus menjaga mulut tetap tertutup hingga termomter bisa diam pada tempatnya selama 20 detik sehingga sulit bagi anak atau bayi untuk melakukannya.

2. Telinga

Termometer telinga digunakan untuk mengukur suhu membran timpani atau gendang telinga. Meski profesional medis sering menggunakannya, namun anda juga bisa memakai termometer ini di rumah ketika sedang demam panas.

Termometer telinga ini memakai pembacaan digital dan memberikan hasil dalam hitungan detik. Bayi yang berusia lebih dari 6 bulan, anak anak serta orang dewasa bisa memakai termometer jenis ini.

Karena cepat, termometer ini sering dipilih para orang tua untuk pada anak kecil yang sedang demam. Sebuah studi tahun 2012 dari sumber terpercaya menemukan jika jenis termometer ini sama efektifnya dengan termometer air raksa.

3. Dubur

Anda bisa memperoleh suhu rektal dengan cara memasukkan termometer ke dalam rektum untuk mengukur panas pada anak. Anda bisa memakai termometer standar seperti yang dipakai untuk mulut namun jangan digunakan kembali untuk mulut.

Anda bisa membeli 2 termometer dan beri label pada masing masing untuk pemakaiannya. Anda juga bisa membeli termometer dubur dengan ujung kecil untuk digunakan membaca suhu demam pada bayi yang bisa mengurangi risiko luka pada bayi.

Termometer dubur menjadi pilihan tepat untuk digunakan ketika anak kecil mengalami demam khususnya jika masih berusia di bawah 6 bulan karena bisa memberikan bacaan yang lebih akurat. Banyak dokter anak yang akan meminta anda mengukur suhu rektum sebelum pergi ke dokter untuk demam pada bayi.

Sponsors Link

4. Tanpa Termometer

Jika anda memang tidak memiliki termometer, ada cara yang sebenarnya kurang akurat namun juga bisa digunakan untuk mendiagnosis gejala demam biasa. Sentuhan menjadi metode yang paling banyak dipakai namun sebenarnya juga tidak akurat khususnya ketika anda ingin mengukur suhu tubuh sendiri.

Ketika anda memakai sentuhan untuk mendiagnosis demam pada orang lain, maka sentuh kulit anda sendiri lebih dulu dan bandingkan dengan suhu orang tersebut. Jika memang suhunya jauh lebih panas dari anda, maka kemungkinan orang tersebut sedang mengalami demam.

Anda juga bisa mencoba mencubit kulit di punggung tangan untuk memeriksa tanda tanda dehidrasi. Jika memang kulit tidak kembali dengan cepat, maka kemungkinan besar anda sedang mengalami dehidrasi yang juga mungkin menjadi salah satu gejala dari demam.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup