Sponsors Link

Cara Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat – Aman dan Cepat

Sponsors Link

Semua orang tua pasti panik jika melihat anak mereka terserang demam sehingga seringkali langsung memberikan obat penurun panas. Namun sebenarnya, hal ini tidak perlu dilakukan secara terburu buru dan sebaiknya ukur terlebih dahulu panas tubuh anak. Demam pada bayi dan anak sebenarnya merupakan tanda jika kekebalan tubuh anak anda sangat baik. Namun ketika suhu tubuh anak sudah mencapai 40 derajat celcius atau lebih, maka ini bisa menyebabkan gangguan yang lebih berbahaya seperti gangguan fungsi otak dan kejang sehingga membutuhkan pengobatan terbaik. Agar anda tidak salah, berikut akan kami berikan beberapa cara menurunkan demam anak tanpa obat yang sangat mudah dilakukan di rumah.

ads

Cara Menurunkan Demam Anak

Untuk bayi yang sudah berusia di atas umur 3 bulan dan terserang demam panas namun tidak diikuti dengan gejala serius, maka jangan terburu buru memberikan obat penurun panas pada anak, namun gunakan beberapa cara menurunkan demam anak tanpa obat di bawah ini sebagai langkah awal.

  • Kompres dengan air hangat atau mandikan anak dengan air hangat.
  • Kompres penurun panas juga bisa dilakukan dengan air yang sudah dicampur dengan sedikit cuka apel.
  • Jangan gunakan alkohol untuk menurunkan demam sebab bisa meracuni anak ketika terserap ke dalam kulit.
  • Jika sudah bisa mengkonsumsi makanan padat, maka berikan sup ayam atau sup kaldu hangat atau makanan yang mudah dicerna seperti kuning telur, buah dan hati.
  • Pastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi dengan memberikan ASI, susu formula serta air putih.
  • Kenakan pakaian tipis dan nyaman serta hindari pakaian berlapis atau selimut tebal.
  • Peluk untuk memberi kehangatan sekaligus mengeluarkan hormon oktisoksin sehingga perasaan dan kondisi anak bisa membaik.
  • Biarkan anak beristirahat di dekat anda agar mudah dipantai dan menjalin ikatan batin dengan anak.

Kapan Obat Demam Dibutuhkan?

Agar tidak salah ketika akan mengobati demam berkepanjangan pada anak, maka sebaiknya pastikan dulu penyebab dari demam pada anak apakah disebabkan karena virus atau bakteri. Sebagai contoh jika anak demam karena flu dan diberikan antibiotik, maka tidak akan efektif begitu juga sebaliknya.

Umumnya gejala demam pada anak terjadi karena infeksi virus sepertu flu yang biasanya akan reda antara 2 hingga 3 hari. Akan tetapi jika terjadi karena infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih [ISK], radang paru paru, meningitis atau radang tenggorokan, maka demam bisa terjadi lebih dari 3 hari dan cukup serius.

Ketika anak demam namun masih terlihat aktif dan masih mau makan serta minum seperti biasa, sebenarnya obat penurun demam yang bagus belum dibutuhkan. Namun ketika anak terlihat rewel, lemas dan nafsu makan menurun, maka obat bisa diberikan. Pemberian obat pada anak dilakukan untuk membantu anak agar kondisinya bisa lebih baik sehingga bisa beristirahat dengan enang sekaligus menambah nafsu makan pada anak.

Tips Mengatasi Demam Anak

Ketika anak sedang demam, maka ada beberapa hal penting yang harus lebih diperhatikan bagi orang tua agar tidak salah dalam menangani demam anak.

  1. Konsultasikan Dengan Dokter

Agar anda tidak salah memberi obat untuk anak yang sedang demam, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu dengan dokter atau apoteker. Ceritakan kondisi anak secara lengkap dan dapatkan saran pemberian dan dosis obat terbaik bagi anak anda. 

Sponsors Link

  1. Hindari Beberapa Jenis Obat

Tidak seperti orang dewasa yang terbilang lebih mudah mengkonsumsi obat penurun panas badan, anak anak yang sedang demam tidak boleh diberikan obat secara sembarangan. Beberapa jenis obat seperti aspirin atau ibuprofen tidak boleh diberikan untuk anak anak yang masih berusia di bawah 6 bulan sebab bisa mengalami komplikasi seperti muntah atau dehidrasi.

  1. Pakai Dosis Obat Dengan Tepat

Pastikan anda memberikan obat sesuai dengan aturan dan juga dosis yang sudah diberikan dokter. Jangan pernah menambah dosis obat dengan anggapan hal itu bisa mempercepat penyembuhan demam panas anak sebab hanya akan menyebabkan gangguan pada tubuh anak.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan