Macam Macam Panas Pada Anak – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Panas adalah penyakit yang paling sering diderita oleh anak anak, terutama pada usia di bawah 10 tahun. Anak anak memang belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, sehingga mudah terkena panas. Sebenarnya, panas adalah reaksi yang diberikan oleh tubuh ketika ada infeksi atau bakteri yang masuk.

Panas pada anak adalah penyakit yang harus diwaspadai oleh para ibu. Pasalnya, anak sangat mudah terkena panas, baik itu panas demam biasa atau demam yang lebih parah lagi. Para ibu harus tahu apa saja ciri demam biasa dan perbedaannya dengan demam yang lain. Inilah penjelasan tentang macam macam panas pada anak beserta penyebab dan cara mengobatinya.

Penyebab Panas Pada Anak

Ada bermacam-macam penyebab panas pada anak. Penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus. Penyebab umum panas pada anak adalah infeksi virus. Demam virus yang terjadi pada anak biasanya disebabkan oleh munculnya penyakit seperti pilek, batuk, flu, diare, atau bahkan penyakit lain yang lebih serius.
  • Infeksi bakteri. Panas yang disebabkan oleh infeksi bakteri memang jarang terjadi. Namun ini adalah indikasi penyakit yang serius. Penyakit yang menyebabkan panas karena infeksi bakteri antara lain adalah pneumonia, infeksi saluran kencing, meningitis, dan septikemia.

Macam Macam Panas Pada Anak

1. Demam Hectic

Tahukah Anda apa penyebab suhu badan panas pada malam hari yang dialami oleh anak? Inilah yang dinamakan demam hectic. Badan anak akan sangat panas di malam hari dan kembali normal menjelang pagi. Demam ini juga dikenal dengan nama demam septik atau demam tifoid. Penyebab utama panas ini adalah kebersihan rumah dan lingkungan yang kurang terjaga. Gejala yang muncul adalah sakit kepala bagian depan, muncul bercak di lidah, nyeri sendi dan otot serta gangguan perut. Demam ini biasanya berlangsung selama 1 sampai 3 minggu.

2. Demam Intermiten

Macam macam panas pada anak yang kedua adalah demam intermiten. Demam ini harus diwaspadai oleh orang tua karena membawa penyakit yang cukup serius pada anak. Penderita hanya mengalami peningkatan suhu badan selama beberapa jam saja, tidak sampai sehari. Setelah itu panas yang diderita akan sembuh. Namun tidak berhenti di situ, setelah panas sembuh berbagai penyakit akan muncul seperti limfoma atau gangguan kelenjar getah being, dan endokarditis yang disebabkan oleh peradangan otot jantung.

3. Demam Remiten

Tidak seperti jenis panas pada umumnya, anak yang menderita demam remiten justru akan mengalami penurunan suhu badan yang terus menerus. Anak akan sangat sulit kembali pada suhunya yang normal. Gejala yang muncul biasanya adalah demam disertai nyeri badan yang hebat. Butuh waktu 3 hari untuk menemukan penyakit yang menyebabkan demam tersebut. Bisa jadi karena infeksi atau penyakit lain. Penyakit yang ditimbulkan oleh demam remiten antara lain adalah flu, batuk, nyeri pada telinga, radang tenggorokan dan rongga mulut. Panas jenis ini sering terjadi pada anak setelah imunisasi.

4. Demam Siklik

Demam siklik biasanya terjadi pada anak yang mengalami demam berdarah. Suhu tubuh anak akan mengalami peningkatan yang signifikan sebelum akhirnya kembali normal. Namun hanya dalam waktu beberapa jam saja suhu tubuh anak akan panas kembali. Siklus ini akan terus berlangsung hingga penyakit yang menyebabkan demam ini diobati. Gejala yang ditimbulkan tergantung pada penyakit apa yang diderita oleh anak. Pada DBD tentu akan muncul bintik bintik merah pada kulit. Penyakit lain yang dibawa oleh demam siklik adalah demam kuning, leptospirosis, dan cikungunya.

5. Demam Kontinyu

Demam kontinyu biasanya adalah awal dari demam malaria yang akan diderita oleh anak. Gejalanya pun bervariasi, tergantung dari penyakit apa yang diderita. Jika menderita demam ini, suhu anak akan terus berubah ubah, namun selalu panas. Demam ini biasanya terjadi pada anak anak yang tinggal di daerah endemik malaria dan terkena gigitan nyamuk yang membawa penyakit malaria.

Cara Mengobati Panas Pada Anak

Panas adalah sebuah mekanisme pertahanan diri yang secara otomatis dilakukan oleh tubuh. Hal tersebut terjadi karena tubuh merasakan adanya ancaman bakteri atau virus yang masuk dari luar. Untuk melindungi tubuh agar bakteri dan virus tidak semakin menyebar, tubuh meningkatkan suhunya secara signifikan. Panas pada anak harus segera diobati dan dirawat agar tidak sampai menimbulkan penyakit yang lebih parah lagi. Panas pada anak dapat diobati dengan cara seperti berikut:

  1. Memberi kompres penurun panas dari air dingin atau dengan plester kompres demam untuk anak.
  2. Memberikan obat penurun panas badan anak seperti sanmol atau paracetamol.
  3. Memberikan obat herbal anak demam tinggi seperti daun penurun panas.
  4. Memberikan asupan gizi seimbang dengan makanan penurun panas anak dan buah penurun panas anak.

Itulah penjelasan tentang macam macam panas pada anak atau demam yang sering menyerang anak. Ibu harus waspada jika anak mulai demam karena bisa jadi itu adalah awal sebuah penyakit yang lebih serius. Beri perawatan yang tepat agar demam dapat segera disembuhkan dan tidak menjadi semakin parah. Jika panas tidak kunjung sembuh, maka segera periksakan kondisi anak ke dokter.