Sponsors Link

6 Mitos Demam Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Sebenarnya ketika anak sedang demam, sebagai orang tua diharapkan tidak langsung panik dan pastikan mengukur suhu dengan termometer untuk mengetahui apakah angka termasuk rawan atau tidak. Dalam istilah media, anak anak bisa dikatakan demam apabila suhu tubuh sudah lebih dari 38 derajat celcius. Demam biasanya merupakan respon tubuh pada infeksi virus atau bakteri. Sistem kekebalan tubuh akan melepaskan zat kimia yang memberi tanda sinyal pada otak untuk meningkatkan suhu. Menurut para peneliti, virus dan bakteri tidak bisa bertahan lama pada suhu yang tinggi. Beberapa ilmuwan berspekulasi jika demam juga bisa meningkatkan respon kekebalan tubuh. Selain itu perlu diingat juga jika demam bukanlah penyakit namun gejala demam atau infeksi yang mendasari.

ads

Demam Pada Bayi Baru Lahir

Untuk beberapa kasus, gejala demam bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan, akan tetapi tidak dengan bayi yang baru dilahirkan atau dibawah usia dua bulan. Bayi yang terkena dengan sampai 39 derajat celcius menandakan jika sudah terjadi infeksi yang serius dan butuh penanganan lebih lanjut.

Usia 2 Bulan Hingga 2 Tahun

Untuk demam yang terjadi pada usia dua bulan hingga dua tahun bukan menjadi hal yang harus dikhawatirkan terlalu berlebihan kecuali jika anak menunjukkan sesuatu yang aneh seperti lesu dan tidak mau makan.

Mitos Seputar Demam

Sebagai orang tua, sebaiknya anda tidak terjebak dengan mitos demam pada anak yang mungkin sering anda dengar dari para ibu ibu yang lain. Agar tidak salah, berikut akan kami berikan daftar mitos demam pada anak yang menjebak dan sebaiknya tidak perlu dikhawatirkan.

1. Demam Menyebabkan Kerusakan Otak

Mitos demam pada anak yang pertama adalah demam bisa menyebabkan kerusakan otak pada anak. Sebagian tipe demam terjadi karena infeksi di bawah 42 derajat. Demam yang seperti ini tidak akan menyebabkan kerusakan otak. Namun berbeda jika demam yang terjadi pada anak hingga mencapai 44 derajat celcius maka ini baru bisa menyebabkan kerusakan pada otak anak.

2. Minum Ibuprofen dan Acetaminophen Untuk Demam

Ketika mengalami salah satu dari jenis demam, banyak ibu yang memberikan ibuprofen dan acetaminophen pada anak mereka. Namun, hal tersebut sebenarnya adalah salah sebab kedua obat ini hanya membuat tubuh nyaman dan demam hanya bisa turun antara 1 hingga 2 derajat yang bahkan akan terus terjadi meski sudah diberikan beberapa jenis obat tersebut.

3. Demam Harus Merespon Antibiotik

Demam harus merespon antibiotik juga merupakan pernyataan yang salah. Antibiotik hanya bisa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik untuk demam akan mulai bekerja untuk melawan bakteri sesudah dikonsumsi oleh anak. Namun, dibutuhkan dua sampai tiga hari untuk menurunkan demam yang terjadi. Hal ini disebabkan karena demam umumnya terjadi karena infeksi virus sehingga antibiotik tidak bisa digunakan untuk mengatasi demam.

4. Mengobati Demam Akan Mencegah Kejang

Mengobati demam panas akan mencegah kejang juga merupakan pernyataan yang salah. Untuk itu sebaiknya anda menghindari pemberian obat untuk mencegah kejang. Kejang umumnya terjadi karena faktor keturunan dan juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi serius pada anak.

Sponsors Link

5. Daun Saga Bisa Meredakan Demam

Daun saga juga bukan obat alami untuk mengatasi demam berkepanjangan. Apabila buah saga dikonsumsi anak anak dan orang dewasa, maka bisa menyebabkan pelepasan racun yang terkandung pada buah tersebut sehingga menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kejang dan kegagalan fungsi hati. Sedangkan bagian daun belum diuji secara klinis bisa digunakan untuk menurunkan demam bahkan Ikatan Dokter Anak indonesia juga tidak merekomendasikan hal ini.

6. Sup Ayam dan Madu Bisa Menurunkan Demam

Sup ayam memang bisa diberikan untuk anak yang sedang demam panas. Namun prinsip yang harus diingat adalah memberikan makanan bergizi disertai dengan cairan yang cukup untuk membantu proses pemulihan demam pada anak. Sedangkan madu bisa diberikan jika anak sudah berusia lebih dari 1 tahun. Jika diberikan pada anak berumur dibawah 1 tahun, maka ada toksin dari kuman clostridium botullinum yang bisa menyebabkan kelumpuhan sesaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Penyakit