Sponsors Link

7 Cara Mengurangi Demam dan Selesma Secara Alami

Sponsors Link

Demam dan selesma yang disebabkan karena rhinovirus sebenarnya tidak terdapat obat khusus. Namun, masih tetap ada beberapa cara alami untuk mengurangi gejala selesma tersebut. Tujuan dari perawatan alami yang kami berikan kali ini adalah supaya sistem kekebalan tubuh bisa melakukan tugasnya dengan sangat baik. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, anda harus bisa mengkonsumsi vitamin, mineral, herba dan nutrisi lainnya. Sebelum anda menggunakan beberapa cara herbal, ada baiknya anda juga berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena beberapa herbal bisa menghambat efektivitas obat medis tertentu dan bahkan harus dihindari sebelum operasi. Lalu, apa sajakah obat obatan tersebut?, berikut penjelasan selengkapnya untuk anda.

ads
  1. Bawang Putih

Dalam bawang putih memiliki kandungan antivirus dan antibakteri yang sangat baik dikonsumsi untuk mengatasi demam dan selesma dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Anda bisa menggunakan bawang putih sebagai bumbu atau menambahkan 1 sampai 2 siung bawang putih dalam sup ayam. Pastikan untuk membersihkan dan mencincang bawang putih kemudian diamkan selama 10 hingga 15 menit supaya kandungan allicin didalamnya bisa keluar untuk mengatasi demam berkepanjangan.

  1. Gunakan Echinacea

Echinacea merupakan herba yang juga sangat membantu untuk mengatasi gejala selesma seperti tipe demam yang ditimbulkan. Herba ini dipercaya bisa mengurangi gejala dan mempersingkat durasi selesma. Seduh 1 sampai 2 gram akar echinacea kering atau tambahkan 15 hingga 23 tetes ekstrak murni ke dalam air hangat dan minum sebanyak 3 kali sehari.

  1. Elderberry

Elderberry merupakan herba yang juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Herba ini juga memiliki sifat anti virus sehingga sangat baik digunakan untuk mengatasi gejala demam dan selesma. Rendam 3 hingga 5 gram elderberry kering dalam 1 cangkir air mendidih selama 10 hingga 15 menit kemudian saring dan minum sebanyak 3 kali sehari. Elderberry ini sudah teruji klinis untuk menyembuhkan influenza dan ada banyak produk elderberry yang tersedia secara komersial dan bisa anda beli untuk mengatasi penyakit ini.

  1. Minum Jahe

Jahe merupakan tanaman akar yang mempunyai kandungan anti virus dan antibakteri yang sangat penting untuk mengurangi produksi lendir dan mengatasi demam biasa. Anda bisa menambahkan jahe dalam masakan atau minuman atau juga bisa digunakan dalam bentuk suplemen. Pastikan anda tidak mengkonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari dari semua sumber.

Jahe ini sangat aman dikonsumsi anak anak dan juga wanita hamil. Namun untuk wanita hamil tidak boleh lebih dari 1 gram per hari dan untuk dosis anak bisa bervariasi sehingga sebaiknya tanyakan pada dokter.

  1. Konsumsi Sage

Cara meringankan selesma dan juga demam panas berikutnya bisa dilakukan dengan sage. Sage ini merupakan herba yang bisa meringankan sakit tenggorokan. Untuk cara mengkonsumsinya bisa diseduh dalam minuman atau dicampur dalam masakan. Untuk dicampur dalam minuman, anda bisa menambahkan 1 sendok teh sage kering ke dalam 1 cangkir air. Anda bisa minum air sage atau memakainya sebagai obat kumur. 

Sponsors Link

  1. Gunakan Daun Mint

Daun mint memiliki bahan aktif utama yakni mentol yang sangat baik untuk menyembuhkan selesma dan demam panas pada anak dan orang dewasa. Daun mint sangat ampuh untuk mengurangi dahak dan meringankan iritasi tenggorokan. Herba ini juga terkandung dalam obat pilek, salep dan juga minuman sehingga aman untuk dikonsumsi. Anda bisa membeli kantong teh mint atau memakai daun mint yang sudah dikeringkan kemudian diseduh. Selain itu, mint dalam bentuk minyak esensial juga bisa dihirup atau digunakan sebagai perawatan uap.

  1. Gunakan Ginseng

Ginseng juga sangat membantu untuk mengurangi tingkat keparahan gejala selesma sekaligus mencegah gejala yang biasa mengiringi seperti demam panas. Hal yang harus diperhatikan adalah tidak mengkonsumsi lebih dari 400 mg per hari dan untuk ibu hamil serta menyusui tidak boleh mengkonsumsi ginseng. Ginseng juga berinteraksi banyak dengan jenis obat sehingga sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum digunakan.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan